Apabila kita mengamati hewan cicak yang menempel di dinding, pernahkan muncul di benak pembaca kenapa cicak tidak jatuh? Cicak tidak jatuh karena pada telapak kakinya terdapat tonjolan-tonjolan berbentuk garis yang berfungsi sebagai perekat. Bagaimana dengan hewan-hewan lain yang hidup di lingkungan berbeda. Hewan-hewan tersebut juga pasti memiliki ciri khusus yang membedakan dengan hewan lain.
Berikut akan kami bahas tentang ciri-ciri khusus yang dimiliki beberapa hewan seperti kelelawar, cecak, bebek, katak, ular, unta, burung hantu, lumba-lumba dan ikan lele.
1. Ciri Khusus yang Dimiliki Kelelawar
Kelelawar merupakan mamalia yang dapat terbang. Makanannya adalah buah-buahan, dan ada juga kelompok kelelawar yang memakan serangga serta mengisap madu. Untuk mendapatkan makanannya kelelawar telah dilengkapi dengan sepasang sayap yang lentur dimana sayap yang dimiliki kelalawar berbeda dengan unggas. Pada sayap kelalawar terdapat bagian yang mirip cakar, itu sebenarnya ibu jari kelelawar yang berfungsi untuk mendaki di bebatuan atau di pohon.
Kelelawar termasuk hewan bertulang belakang yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Kelelawar menyukai tempat tinggal yang gelap seperti gua, loteng dan langit-langit rumah. Ada juga kelelawar yang menggantung di ranting-ranting pohon.
Kelelawar terbang dan mencari makan pada malam hari. Pada saat terbang, kelelawar tidak sepenuhnya menggunakan indra penglihatannya. Pada saat terbang, kelelawar sesekali mengeluarkan bunyi. Ketika gelombang bunyi itu mengenai benda, seperti pohon atau serangga, gelombang bunyi akan memantul . Pantulan gelombang bunyi itu akan ditangkap kembali oleh indra pendengarannya yang tajam. Dengan cara seperti itulah kelelawar dapat terbang pada malam hari tanpa menabrak benda-benda yang ada di sekitarnya. Kemampuan yang dimiliki kelelawar untuk mengetahui arah terbang, makanan, dan keadaan lingkungannya dengan menggunakan bunyi disebut ekolokasi.
![]() |
| Pancaran gelombang bunyi pada kelelawar. |
2. Ciri Khusus yang Dimiliki Cecak
![]() |
| Telapak kaki cecak |
Cecak merupakan reptilia (hewan melata) yang hidup di pohon atau di rumah. Makanan cecak ialah serangga, seperti nyamuk. Cecak telah memiliki ciri khusus, sehingga cecak dapat bertahan hidup di lingkungannya yaitu pada telapak kakinya ada bagian menonjol yang berbentuk garis. Bagian itu berfungsi sebagai alat pelekat sehingga cecak dapat merayap untuk mendekati serangga yang sedang hinggap di dinding atau di langit-langit. Setelah cukup dekat dengan serangga yang akan dimangsanya, dengan cepat, cecak akan menangkap serangga dengan lidahnya. Jadi, lidah cecak pun merupakan ciri khusus yang dimiliki cecak. Cecak memiliki lidah yang panjang dan lengket. Oleh karena itu, dengan sekali menjulurkan lidahnya, serangga langsung menempel pada lidahnya dan dilahapnya. Itulah ciri khusus yang membuat cicak dapat bertahan hidup.
3. Ciri Khusus yang Dimiliki Bebek
Bebek merupakan jenis unggas yang hidup di air terutama di perairan yang dangkal. Bebek memiliki kaki yang pendek dan pada sela-sela kakinya dilengkapi dengan selaput kulit yang dapat membantunya ketika berenang di air. Selain, itu dengan bentuk seperti ini, akan memudahkan bebek berjalan di atas permukaan tanah berlumpur. Makanan bebek ialah cacing, bebek dilengkapi dengan bentuk paruh yang pipih dan lebar yang memungkinkan untuk mencari makanannya berupa cacing yang ada di balik lumpur.
4. Ciri Khusus yang Dimiliki Katak
Katak termasuk kelas amfibi. Artinya, katak dapat hidup di air dan di darat. Mereka hidup di lingkungan yang lembap agar kulitnya tidak mengalami kekeringan. Katak memiliki kemampuan untuk menyamarkan warna kulit menyerupai warna lingkungan sekitarnya. Kemampuan seperti ini disebut mimikri. Oleh karena itu, katak dapat mengelabui mangsa dan aman dari serangan musuhnya. Warna kulit yang dapat berubah-ubah membuat musuhnya tidak menyadari kehadiran katak. Makanan katak berupa serangga-serangga kecil. Katak menangkap mangsanya dengan lidah yang panjang dan lengket. Serangga yang disambar katak menjadi kesulitan untuk bergerak dan menghindar. Lidah yang panjang dan lengket juga dimiliki bunglon dan landak pemakan semut.
5. Ciri Khusus yang Dimiliki Ular
Beberapa jenis ular mempunyai zat beracun yang disebut bisa. Ular kobra adalah contoh ular berbisa. Ular kobra membunuh mangsanya dengan cara menggigit. Gigitan ular kobra akan membuat bisa mengalir dari gigi menuju tubuh mangsanya. Zat beracun tersebut dapat mematikan mangsanya.
Berbeda dengan ular yang tidak berbisa seperti ular piton. Piton membunuh mangsanya dengan membelitkan tubuhnya ke tubuh mangsanya. Belitan ular tersebut sangat kuat sehingga dapat mengakibatkan kematian mangsanya. Ular memakan mangsanya dengan cara ditelan secara utuh. Hal ini berbeda dengan hewan karnivora lainnya. Biasanya akan mengunyah atau mencabik makanannya. Ular dapat menelan mangsa yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya sendiri. Ular memiliki susunan rahang yang melekat longgar dan tidak memiliki tulang dada. Hal ini menyebabkan tulang rusuknya dapat melewatkan mangsanya yang besar.
6. Ciri Khusus yang Dimiliki Unta
Unta biasa hidup di tempat yang kering dan gersang seperti di padang pasir. Unta dapat meneguk air sekaligus banyak pada saat minum. Ini karena unta mempunyai punuk di punggungnya. Mengapa pada punggung unta terdapat punuk? Punuk berisi lemak tempat menyimpan cairan. Oleh karena itu, unta mampu melakukan perjalanan jauh dan lama tanpa makan dan minum. Lemak pada unta merupakan sumber energi. Punuk unta akan berkerut jika kehabisan lemak. Unta memiliki satu hingga dua punuk di punggungnya.
Selain itu, terdapat rambut tebal di punggung unta yang berfungsi untuk menjaga panas tubuhnya. Bentuk kaki yang besar dan panjang membuatnya tidak terperosok saat berjalan di padang pasir serta menjauhkan tubuhnya dari pasir yang panas di bawahnya. Kulit tebal khusus di bawah telapak kaki merupakan perlindungan terhadap pasir yang sangat panas. Bulu mata unta memiliki sistem pengaitan yang secara otomatis menutup jika dalam keadaan bahaya seperti saat badai pasir yang akan mencegah masuknya debu ke mata. Hidung dan telinga unta juga ditutupi oleh bulu panjang agar terlindungi dari debu dan pasir. Mampu menutup lubang hidungnya untuk menghindari pasir yang tertiup angin. Unta tidak mengeluarkan keringat sama sekali. Unta juga mengeluarkan sedikit kotoran. Hal ini dapat menghemat pengeluaran cairan. Cairan yang keluar dari lubang hidung unta bisa disalurkan kembali ke mulutnya.
7. Ciri Khusus yang Dimiliki Burung Hantu
Burung hantu keluar pada malam hari untuk mencari makanan. Selanjutnya, akan tidur pada siang hari. Burung hantu juga memiliki indra pendengaran dan penglihatan yang sangat peka. Burung hantu dapat melihat di kegelapan. Untuk menyerap cahaya yang ada, pupil pada matanya akan terbuka lebar. Selain itu, bola mata burung hantu mampu bergerak cepat untuk memusatkan benda di sekitarnya. Mata burung hantu terletak di bagian depan kepala. Untuk melihat ke belakang, kepala burung hantu dapat berputar dengan lentur. Burung hantu dapat terbang tanpa suara. Oleh karena memiliki bulu-bulu yang lembut.
8. Ciri Khusus yang Dimiliki Lumba-lumba
Lumba-lumba memiliki kemampuan ekolokasi (seperti kelalawar) dengan sistem sonar. Cara kerjanya yaitu lumba-lumba bernapas melalui lubang yang ada di atas kepalanya. Tepat di bawah lubang ini, terdapat kantong-kantong kecil berisi udara. Dengan mengalirkan udara melalui kantong-kantong ini, mereka menghasilkan suara bernada tinggi. Suara lumba-lumba akan segera memantul kembali bila membentur benda apa pun. Lumba-lumba mendengarkan saksama pantulan suara ini. Pantulan suara dari sekelilingnya memberi informasi rinci tentang jarak benda-benda dari mereka, berikut ukuran dan pergerakannya.
9. Ciri Khusus yang Dimiliki Ikan Lele
Ikan lele memiliki misai di bibir atas dan bibir bawah, pada misainya terdapat indra pengecap, misai tersebut berfungsi mengenali mangsanya yang bersembunyi di dasar lumpur. Lele juga memiliki labirin untuk menyimpan oksigen sehingga dapat bertahan walaupun pada kondisi air yang keruh.
10. Ciri Khusus yang Dimiliki Bunglon
Bunglon dapat mengubah warna kulitnya menjadi hijau, kuning, cokelat, atau bintik-bintik menyesuaikan dengan tempatnya (mimikri). Perubahan ini terjadi saat dia menghadapi musuh, tertarik dengan mangsanya, perubahan suhu, maupun perubahan cahaya.


0 comments:
Post a Comment